PUDAM Bangkalan Disiapkan Jadi Penopang Kawasan Industri
- Rusli Djunaidi
- 07 Aug, 2026
BANGKALAN I MaduraNetwork.id - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Sejahtera Kabupaten Bangkalan mulai didorong untuk tidak sekadar menjadi penyedia air bersih bagi rumah tangga. Pemerintah Kabupaten Bangkalan melihat perusahaan daerah itu memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi, terutama ketika daerah mulai membidik pengembangan kawasan industri dan pusat data.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim
menyampaikan apresiasi terhadap kinerja PUDAM Sejahtera yang dinilai mampu
menjaga pelayanan air bersih sekaligus menunjukkan perkembangan sebagai badan
usaha milik daerah yang sehat. Apresiasi itu disampaikan saat memberikan
pembinaan kepada jajaran pegawai PUDAM Sejahtera di halaman kantor perusahaan
tersebut, Jumat, 7 Agustus 2026.
Menurut Lukman, berbagai program
pembinaan dan pelatihan yang selama ini dilakukan manajemen PUDAM mulai
menunjukkan hasil. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dinilai ikut
memperbaiki kinerja perusahaan, baik dalam pelayanan maupun pengelolaan usaha.
“Kami memberikan apresiasi kepada
PUDAM Bangkalan yang telah menghadirkan pelayanan air bersih bagi masyarakat
dengan baik,” kata Lukman.
Ia mengatakan PUDAM tidak hanya
dituntut memberikan layanan publik, tetapi juga harus mampu tumbuh sebagai
perusahaan daerah yang sehat. Kemampuan memberikan kontribusi terhadap
Pendapatan Asli Daerah menjadi salah satu indikator bahwa perusahaan tersebut
mulai menjalankan fungsi bisnisnya tanpa meninggalkan kewajiban pelayanan
kepada masyarakat.
PUDAM juga disebut telah meraih
sejumlah prestasi dan penghargaan hingga tingkat nasional. Bagi pemerintah
daerah, capaian tersebut menjadi modal untuk mendorong perusahaan agar lebih
adaptif menghadapi kebutuhan pembangunan Bangkalan yang terus berkembang.
Namun Lukman mengingatkan,
tantangan PUDAM ke depan tidak lagi sebatas memenuhi kebutuhan air bersih
masyarakat. Perusahaan daerah tersebut perlu membaca perubahan arah pembangunan
ekonomi Bangkalan.
Air, kata dia, akan menjadi salah
satu infrastruktur penting ketika investasi berskala besar mulai masuk. Rencana
pengembangan kawasan industri hingga potensi pembangunan pusat data atau data center
membutuhkan pasokan air yang stabil dan berkelanjutan.
“Hal utama yang dibutuhkan dalam
pembangunan kawasan industri bukan hanya sumber energi, tetapi juga
ketersediaan air bersih,” ujarnya.
Karena itu, Lukman meminta PUDAM
menyiapkan diri sejak sekarang. Jangan sampai kebutuhan air baru dipikirkan
setelah investor datang. Kapasitas produksi, jaringan distribusi, kualitas air,
serta kemampuan memenuhi kebutuhan pelanggan skala besar perlu dipetakan
sebagai bagian dari strategi perusahaan.
“Ketika investor masuk, termasuk
potensi pembangunan berbagai kawasan industri maupun data center, kebutuhan air
akan menjadi salah satu faktor utama. Saya berharap PUDAM mampu menangkap
peluang ini sejak dini,” kata dia.
Dorongan tersebut sekaligus
menempatkan PUDAM pada persimpangan penting. Di satu sisi, perusahaan daerah
itu memikul tanggung jawab pelayanan dasar yang menyentuh kebutuhan sehari-hari
masyarakat. Di sisi lain, PUDAM dituntut menjadi entitas bisnis yang mampu
menghasilkan pendapatan bagi daerah.
Keseimbangan dua fungsi itu akan
menjadi tantangan utama. Ekspansi bisnis tidak boleh mengorbankan kualitas
pelayanan publik, sementara tuntutan pelayanan juga tidak semestinya membuat
perusahaan kehilangan kemampuan untuk berkembang secara komersial.
Dengan posisi tersebut, PUDAM
Sejahtera kini bukan sekadar urusan keran air dan jaringan perpipaan. Kinerja
perusahaan akan semakin berkaitan dengan kemampuan Bangkalan membangun fondasi
ekonomi baru. Air bersih, yang selama ini dipandang sebagai layanan dasar,
mulai ditempatkan sebagai salah satu infrastruktur strategis untuk menarik
investasi dan menopang pertumbuhan kawasan.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

